Kamis, 04 Mei 2017

Museum Sidik Jari Denpasar Altenatif Liburan Di Pulau Dewata

Pernah berkunjung di pulau dewata? Bali sudah lama dikenal oleh wisatawan karena pesona keindahan alamnya.

Pesona alam yang menjadi daya tarik wisatawan adalah pantainya. Salah satunya adalah pantai kuta bali.

Pantai ini menyajikan keindahan alam tiada duanya. Oleh karenanya, pantai kuta selalu ramai oleh kunjungan wisatawan.
Banyak alasan kenapa wisatawan berkunjung di Bali. Diantaranya adalah untuk menghabiskan liburan, juga untuk berbulan madu.

Dan kini, ada satu lagi alasan mengapa wisatawan datang di Bali. Yakni untuk mengenal lebih dalam tentang seni rupa di Bali. Tempat yang tepat untuk dikunjungi adalah Museum sidik jari denpasar bali ini.

Gambaran Tentang Museum Sidik Jari Bali


Museum sidik jari bali pertama kali dibangun pada tahun 1993, dan diresmikan pada tahun 1995. Dua tahun setelah dibangun.

Pertama kali, museum ini digagas oleh Bapak Gede Ngurah Rai Pamecutan. Salah seorang ahli lukis yang sampai saat ini telah menelurkan karyanya sampai 666 buah. Maha karyanya juga sudah diakui oleh dunia international.

Mengenai asal usulnya museum ini tidak lain diawali oleh kegagalan Bapak Gede Ngurah Rai Pamecutan ini dalam menyelesaikan lukisan Tari Baris.

Mulanya, lukisan ini hampir sempurna. Namun pada beberapa tempat, lukisan ini tampak kurang menarik.
Alhasil, diperbaikilah lukisan tersebut. Uniknya, I Gede Ngurah Rai Pamecutan ini memperbaiki lukisan tersebut menggunakan jarinya. Bukan menyapunya dengan alat kuas.

Menariknya, hasil perbaikan menggunakan jari ini malah membuat lukisan tampak lebih bagus. Dan ini menandai lahirnya sebuah lukis seni bertajuk sidik jari.

Dari sinilah, dimulai cara membuat sebuah lukisan dengan memanfaatkan jari-jari. Yakni membuat lukisan dengan jari yang sudah dicelupkan dengan berbagai warna cat. Hasil dari mahakarya ini kemudian dipajang di tempat khusus, yakni museum sidik jari denpasar ini.

Jadi, ketika Anda datang di museum ini, bukan jejeran sidik jari yang akan dipajang di museum. Melainkan sebuah hasil lukisan menarik yang dibuat secara langsung menggunakan jari-jari tangan.

Lokasi Dari Museum Sidik Jari Denpasar


Museum ini memang cukup menarik, beda dengan museum-museum pada umumnya. Ini merupakan inovasi baru dalam menyampaikan sebuah ide dalam hal seni rupa.

Puluhan lukisan dengan teknik penyapuan cat dengan jari dipajang dengan gagahnya. Dan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta seni rupa.

Untuk orang yang biasa datang di museum ini adalah para pelajar. Kemudian, orang-orang yang punya minat sama dalam hal seni lukis.
Jika Anda adalah salah satunya, tentu tidak salah jika Anda mengunjungi museum menarik ini. Lalu, dimanakan letak dari museum sidik jari ini?

Lokasi keberadaan museum ini ada di Jalan Hayam Wuruk no 175 Tanjung Bungkah Bali. Yakni sebuah tempat yang cukup ramai untuk dikunjungi oleh wisatawan.

Tempatnya cukup dekat dengan bandara Ngurah Rai. Jaraknya sekitar 15 km dari bandara, dan biasanya bisa ditempuh dalam waktu 40 menitan. Tentunya bila jalanan cukup lancar.

Untuk yang mau berkunjung, pastikan berkunjung di waktu yang tepat. Yakni waktu dimana museum itu dibuka untuk umum.
Jam buka dari museum ini dimulai pukul 8 pagi, dan akan ditutup pada pukul 4 sore hari. Sementara untuk hari bukanya adalah dimulai hari senin sampai sabtu. Untuk hari minggunya akan ditutup.

Jadi, bila Anda tertarik untuk datang di museum, maka hindari datang di hari minggu. Karena dipastikan Anda tidak akan bisa masuk.

Cara Terbaik Untuk Menuju Museum Sidik Jari Denpasar


Banyak cara yang bisa pengunjung lakukan untuk mencapai obyek wisata yang ada di Denpasar ini. Salah satunya adalah dengan menggunakan taksi.

Ya, jika Anda datang dari Bandara Ngurah Rai Bali, naik taksi bisa sangat masuk akal. Anda akan dibawa langsung menuju lokasinya dengan lebih tenang.

Untuk tarif normal jika menggunakan taksi adalah Rp.100000 sampai Rp.150000. Bahkan bisa saja lebih karena jaraknya cukup jauh.
Sementara buat yang tidak ingin naik taksi, pengunjung bisa menyewa mobil secara pribadi. Tentunya bisa sekalian menggunakan jasa supirnya.

Normalnya, biaya untuk sewa mobil sekalian supir dikisaran Rp.300000 per 10 jam. Dan itu belum mencakup bahan bakarnya.
Paling tidak, Anda masih akan mengisi bahan bakarnya sendiri. Yakni sekitar 14 liter menuju Denpasar Bali.
Jika dirasa masih mahal, Anda bisa cari alternatif lain dengan menyewa sepeda motor. Tarif umumnya sekitar 50000 untuk penggunaan selama 24 jam penuh.

Tentunya Anda perlu mencari informasi terkait rental/jasa penyediaan motor dan mobil tersebut. Semuanya bisa dijadikan sebagai opsi yang menarik untuk digunakan.

Tempat Menginap Dekat Museum Sidik Jari


Jika berkunjung di museum sidik jari, tentunya akan ada banyak wawasan yang akan terbuka. Yang paling utama tentu saja mengenal seni rupa yang pembuatannya berbeda, tapi tetap memberikan kesan istimewa pada hasilnya.

Buat yang berkunjung di museum ini dan berencana untuk tinggal bermalam di sekitarnya, ada beberapa jenis akomodasi yang cukup bagus untuk direservasi.

Akomodasi pertama adalah praja hotel. Ini menjadi salah satu penginapan yang terlaris di sekitar museum tersebut. Disamping tarifnya murah, lokasinya juga cukup dekat dengan destinasi wisata tersebut. Yakni sekitar 1 km saja.

Untuk memesan salah satu kamarnya, Anda akan dikenakan biaya sekitar Rp.400.000an. Menariknya, tak jarang ada promo khusus sehingga biaya yang dikeluarkan tidaklah terlalu banyak.

Penginapan yang kedua adalah airy renon bajra sandhi puputan dua denpasar bali. Penginapan termasuk kategori hotel bintang 3.
Lokasinya berada di jalan puputan II Bno 1 Nitimandala. Yakni ga sampai 1 km dari lokasi wisata museum sidik jari ini.

Mengenai tarif yang akan dibebankan untuk setiap tamunya ada dikisaran Rp.258.000. Jadi, cukup murah untuk kelas penginapan

Bintang 2

Kemudian penginapan murah lainnya adalah taman suci suite & villas. Ini juga penginapan dengan tarif murah, setara dengan hotel

Bintang 3

Lokasinya berada di Jl. Moh. Yamin V No 1 Renon. Dan jaraknya cukup dekat dengan museum yakni sekitar 825 meter saja.
Sementara untuk biaya reservasi permalamnya di kisaran Rp.346.000. Itupun tamu sudah mendapatkan sejumlah fasilitas, misalnya adalah internet grastis sampai dengan sarapan pagi.

Selain penginapan-penginapan di atas, ada juga hotel sicla house yang jaraknya cukup jauh, santosa city hotel, airy denpasar timur kembang matahri satu 110B Bali dan lain sebagainya.

Anda cukup rencanakan tempat-tempat yang akan dikunjungi, alat transportasi sampai dengan akomodasi. Hitung biayanya dengan tepat supaya Anda tidak direpotkan dalam perjalanan menikmati keindahan sebuah wisata di Bali.

Demikianlah ulasan mengenai museum sidik jari yang menjadi satu-satunya museum unik yang memajang lukisan dari sapuan bukan dari kuas, melainkan dengan jari-jari tangan. Jadi, hasilnya adalah mahakarya mengesankan dengan titik-titik sidik jari si pelukisnya.
Museum Sidik Jari Denpasar, Altenatif Liburan Di Pulau Dewata

Artikel Terkait

Berbagi informasi bisnis dan peluang usaha untuk Anda. Kontak kami utk informasi selengkapnya


EmoticonEmoticon