Senin, 24 Juli 2017

5 Gunung Di Bali Yang Banyak Dirindukan Para Pendaki

5 Gunung Di Bali Yang Banyak Dirindukan Para Pendaki


Ada banyak alasan mengapa para pendaki ingin kembali lagi ke 5 gunung di Bali ini. Ada yang ingin menikmati perjalanannya yang menantang. Ada juga yang ingin menikmati Bali dari atas yang masih terlihat hijau. Namun, kebanyakan ingin menyaksikan sunrise dari puncak gunung Pulau Dewata.

Jika Anda suka mendaki gunung, kira-kira kenapa Anda ingin kembali mendaki gunung di Bali lagi?

Ada juga yang ingin mencoba merasakan berlibur di Bali dengan cara yang berbeda. Sudah lazim dilakukan oleh orang banyak di mana mereka menghabiskan waktu liburan di pantai, mengunjungi tempat serta bangunan bersejarah, dan juga bersantai di Villa yang menawarkan privacy.

Tapi, hanya beberapa orang saja yang berlibur di Bali dengan cara menantang diri menaklukkan gunung di Bali. Jika Anda berencana untuk melakukan hal yang sama, Anda bisa pertimbangkan untuk menaklukkan 5 gunung di Bali berikut ini.


Gunung Agung


Bisa dikatakan Gunung Agung ini adalah gunung yang paling difavoritkan oleh banyak pendaki. Bukan karena ketinggiannya saja namun karena trek yang sangat menantang. Di awal perjalanan, Anda tidak akan merasakan tantangan tersebut.

Trek masih beraspal. Namun, setelah perjalanan sekitar 2 jam, jalan sudah berbatu. Selanjutnya, Anda harus menaiki gunung yang penuh dengan batu.

Dan untuk mencapai puncak, tidak hanya energi yang besar yang dibutuhkan melainkan juga skill memanjat gunung yang mumpuni. Itulah mengapa banyak yang mengatakan belum dikatakan pendaki gunung jika belum menaklukkan Gunung Agung ini.

Gunung yang satu ini berada di Besakih. Terdapat pura Tirta Gangga tepat berada di kaki gunung ini. Jadi, Anda bisa melihat indahnya pura dari ketinggian.

Sebaiknya, Anda mulai pendakian di malam. Mintalah guide untuk memandu Anda ke puncak jika Anda belum pernah ke sana sebelumnya. Bawa perbekalan yang cukup namun bukan makanan yang terbuat dari daging. Ini sebagai penghormatan kepada masyarakat sekitar yang menganggap lembu dan sapi sebagai hewan yang sakral.

Mendaki di malam hari akan membuat Anda bisa sampai di puncak sebelum subuh. Dengan demikian, Anda bisa menyaksikan terbitnya matahari dari puncak Gunung Agung.


Gunung Batur


Banyak pendaki yang mengatakan gunung ini sebagai gunung fotogenik. Karena memang gunung ini sangat sulit untuk tidak diabdikan dengan foto. Untuk itu, siapkan kamera dan pastikan baterai kamera Anda full agar Anda bisa mengarahkan bidikan Anda ke spot menarik di Gunung Batur tersebut.

Ketinggian Gunung Batur ini mencapai 1.717 mdpl. Anda bisa memulai pendakian dari beberapa spot. Hanya saja, kebanyakan pendaki mengawali pendakian melalui Pura Jati atau Toya Bungkah.

Anda harus hati-hati karena ada trek yang kecil dan sempit di mana di kanan dan kiri adalah jurang. Namun, di sinilah tantangannya. Dan sesampainya di puncak, Anda bisa mengabadikan sunrise yang menakjubkan.

Anda tidak perlu membawa perbekalan yang terlalu banyak. Pasalnya, ada beberapa warung yang ada di perjalanan. Bahkan, ada juga warung yang berada di puncak.

Sepertinya, Gunung Batur ini memang sudah dibuat sedemikian rupa sehingga semakin banyak wisatawan yang berwisata dengan cara naik gunung, bukan hanya pendaki profesional saja.


Gunung Abang


Dalam Bahasa Jawa, abang artinya merah. Namun, sepertinya tidak ada hubungannya dengan penamaan gunung ini. Hal ini disebabkan tidak ada juga tanah yang berwarna merah atau apapun itu pada gunung yang satu ini.

Gunung Abang ini lokasinya tidak jauh dari Gunung Batur. Di antara Gunung Batur dan Gunung Abang, terdapat danau yang indah bernama Danau Batur. Jadi, setelah Anda sampai di puncak Gunung Abang, Anda bisa menyambangi danau sembari membersihkan diri dan juga beristirahat.

Apakah terlihat sunrise di puncak Gunung Abang? Ini merupakan gunung tertinggi ketiga di Bali. Jadi, sangat mungkin Anda bisa menyaksikan semburat sinar matahari yang pertama kali muncul di pagi hari di atas puncak Gunung Abang ini.

Jika beberapa puncak gunung bisa ditaklukkan hanya beberapa hari saja, untuk mencapai puncak Gunung Abang ini, setidaknya dibutuhkan waktu 2 hari untuk sampai ke puncak.

Ketika Anda mulai pendakian dari jalur songan, Anda akan menemukan trek horizontal terpanjang di Bali. Panjangnya sekitar 7,8 km. Dan beberapa pendaki gunung harus menghabiskan 1,5 sampai 2 hari untuk melintasi trek tersebut.


Gunung Batukaru


Ada hal menarik di Gunung ini. Pertama, di kaki gunung ini, terdapat Pura di mana terdapat dewa yang dianggap oleh masyarakat sebagai dewa pelindung tumbuh-tumbuah. Yang kedua, pemerintah menjadikan sebagian besar kawasan gunung ini sebagai kawasan konservasi cagar alam. Jadi, ada kaitan antara sejarah, kepercayaan, dengan apa yang dilakukan oleh masyarakat saat ini.

Pada kenyataannya, hutan yang ada di gunung ini merupakan penadah hujan di Bali. Bahkan, beberapa hulu sungai-sungai besar yang ada di Bali berasal dari gunung ini. Hal inilah yang membuat para pendaki ingin sekali kembali ke menaklukkan gunung yang satu ini. Hutannya benar-benar masih asri.

Ada yang bilang Gunug Batukaru ini cocok untuk pendaki pemula. Trek tidak begitu sulit untuk ditaklukkan. Selain itu, udaranya pun tidak terlalu dingin seperti di Gunung Agung. Namun, tetap saja pendaki harus memakai jaket yang tebal. Hutannya masih sangat tebal sehingga udara terasa lembab yang cukup dingin.


Gunung Pohen


Kebanyakan orang suka mendaki karena kesadaran mereka untuk mencintai alam serta merawatnya. Dan jika Anda juga memiliki kesadaran tersebut, akan lebih baik jika Anda semakin sering untuk mendaki Gunung Pohen. Barangkali ketika semakin banyak pendaki yang menuju ke puncak gunung tersebut, maka niat untuk menghancurkan kelestarian alam gunung tersebut tidak jadi dilakukan.

Salah satu gunung di Bali yang hampir rusak adalah Gunung Pohen. Awalnya, gunung ini dikapitalisasi. Memang alam di Bali memberikan rejeki pada penduduk tapi kelestariannya juga perlu dijaga, bukan? Dan Gunung Pohen ini yang merupakan alam yang tidak dijaga kealamiahannya.

Apalagi, terdengar kabar di mana akan dibangun pembangkit listrik tenaga panas bumi di gunung tersebut. Maka semakin rusaklah Gunung Pohen ini. Barangkali saja ketika masih banyak pendaki yang sadar pentingnya merawat alam terutama pegunungan maka gunung ini tidak terus dikapitalisasi sehingga alamnya semakin rusak.

Itulah kelima gunung di Bali yang sangat dirindukan untuk didaki lagi oleh para pendaki. Jika Anda tertarik, Anda bisa berlibur di Bali dengan cara naik gunung, bukan dengan cara bersantai di pantai atau di villa. Liburan di Bali tidak harus dihabiskan dengan tidak melakukan apa-apa. Liburan di Bali akan semakin berkesan jika Anda melakukan hal yang menatang. Salah satunya dengan menaklukkan salah satu 5 gunung di Bali tersebut.

Artikel Terkait

Berbagi informasi bisnis dan peluang usaha untuk Anda. Kontak kami utk informasi selengkapnya


EmoticonEmoticon