Selasa, 15 Agustus 2017

Sayang Jika Anda Ke Besakih Hanya Mengunjungi Pura Saja

Ke Besakih kok cuma ke Pura? Tentu tidak sempurna jika Anda tidak mengunjungi Pura Besakih. Ini merupakan pura yang sangat agung bagi umat hindu. Bahkan, setiap orang hindu sepertinya diwajibkan untuk sembahyang di Pura ini. Jadi, sakral sekali pura yang satu ini. Dan Anda harus menyaksikan sendiri bagaimana pura ini dikatakan sebagai pura yang begitu Agung.

Namun, jangan hanya ke Pura saja ketika Anda pergi wisata ke Besakih. Ada beberapa tempat wisata yang perlu juga untuk Anda kunjungi. Beberapa tempat wisata tersebut tidak begitu terkenal namun menyenangkan. Beberapa wisatawan, khususnya dari luar negeri telah membuat review sendiri di media sosial mereka mengenai beberapa tempat wisata Besakih selain Pura Besakih.

Yang menarik dari Besakih adalah keadaan alamnya. Karena berada di daerah yang cukup tinggi, udaranya masih sangat segar. Suasana alamnya masih alami. Bahkan, beberapa tempat masih benar-benar dijaga keasriannya. Jadi, sangat tepat jika Anda berwisata ke Besakih ketika Anda sudah mulai bosan dengan wisata pantai di beberapa tempat di Bali.

Berikut ini tempat wisata di Besakih yang sebaiknya tak terlewatkan untuk Anda kunjungi.

Bali Volcano Trekking

Anda suka wisata alam? Tidak salah jika Anda merencanakan untuk berlibur di Besakih Bali dan pergi ke Bali Volcano Trekking. Ada sebuah gunung yang tingginya 3142 mdpl. Namanya Gunung Agung. Dinamakan Gunung Agung karena ini memang gunung keramat.

Setidaknya sebagian besar penduduk sekitar menyebutnya seperti itu. Saking keramatnya, para pendaki yang belum pernah menuju ke puncak tidak disarankan untuk mendaki sendiri tanpa guide dari lokal. Namun, jika Anda memiliki keberanian, Anda bisa coba mendaki sendiri tanpa guide.

Pendakian dimulai dari Besakih. Awalnya, treknya masih sangat bagus. Jalan beraspal. Namun setelah 1-2 jam, Anda akan bertemu dengan trek yang hanya dipenuhi dengan bebatuan. Inilah tantangan awal.

Belum lagi ketika Anda hampir sampai di puncak. Maka tidak hanya trek bebatuan yang menjadi tantangan yang harus Anda hadapi, namun trek yang sangat curam.

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan ketika Anda ingin mendaki Gunung Agung ini. Pertama, silakan Anda bawa bekal secukupnya, tapi bukan bekal berbahan daging. Ini sebagai penghormatan kepada para masyarakat yang berada di daerah Gunung Agung yang menganggap lembu dan sapi merupakan binatang yang disakralkan.

Yang kedua, Anda sebaiknya berangkat malam hari. Dengan demikian, Anda bisa sampai di puncak tengah malam atau setidaknya waktu subuh. Anda akan menyaksikan sun rise yang tidak sama dengan yang Anda lihat di lokasi yang lain.

Yang ketiga, jangan pernah meninggalkan teman sendiri. Banyak sekali kejadian di mana salah satu dari rombongan pendaki hilang di tengah jalan. Pasalnya, gunung ini sangat keramat dan menurut masyarakat sekitar banyak makhluk halus yang bisa saja menggangu para pendaki.

Tirta Gangga

Tidak suka naik gunung? Alternatifnya berwiata ke Tirta Gangga Besakih. Ini sebuah pura yang tepat di kaki Gunung Agung. Jadi, berada di Tirta Gangga sudah cukup bisa merasakan bagaimana rasanya berada di puncak gunung. Udara masih segar dan dingin dengan pemandangan alam yang fantastis.

Sayangnya, Anda yang tidak beragama Hindu hanya bisa menyaksikan keindahan Pura dari luar saja, tepatnya di pelataran saja. Hanya yang beragama Hindu yang diperbolehkan untuk masuk ke dalam Pura. Itupun untuk keperluan sembahyang.

Meskipun Anda hanya diperbolehkan sampai pelataran saja, ada satu peraturan yang wajib untuk Anda patuhi. Karena pura ini merupakan tempat yang begitu dihormati oleh umat Hindu, maka semua orang yang datang berkunjung harus mengenakan pakaian tertentu.

Jika Anda sampai di Tirta Gangga, Anda harus memakai sarung. Tenang saja, Anda tidak perlu bawa atau beli sarung sendiri. Sarung sudah disediakan di sana.

Sebenarnya, tidak banyak yang bisa Anda lakukan di Tirta Gangga ini selain menikmati keindahan Gunung Agung yang puncaknya terlihat dari pelataran Tirta Gangga, berfoto, serta menikmati suasana dinginnya lokasi di kaki Gunung Agung. Akan lebih berarti jika Anda menyewa jasa guide agar Anda lebih banyak mengerti tentang pura yang satu ini.

Tur Sepeda Bali

Banyak wisatawan yang sudah berkali-kali ke Bali. Dan mereka ingin menikmati Bali dengan cara yang berbeda. Hal inilah yang membuat mereka memutuskan untuk menghabiskan masa libur mereka di Besakih. Anda juga merencanakan hal yang sama?

Jika pantai di Bali sudah Anda kunjungi, semua Pura juga sudah Anda sambangi, kini saatnya Anda menikati Bali dengan cara yang berbeda, yaitu dengan mengikuti tur sepeda Bali. Wisata ini biasanya ditawarkan oleh agency atau tour guide.

Jadi, ada sepeda dengan ukuran yang berbeda yang sudah disiapkan. Anda tidak perlu khawatir jika Anda membawa serta anak Anda. Ada sepeda khusus untuk anak Anda.

Kegiatan ini biasanya dimulai dari hotel di mana Anda menginap. Anda akan dijemput dan perjalanan mengelilingi tempat indah dan asri di Besakih dimulai. Ini bisa menjadi wisata di Bali Anda yang berbeda. Dan tepat sekali jika Anda memilih untuk Tur Sepeda Bali ketika Anda ingin benar-benar refreshing.

Jadi, tidak hanya Pura Besakih saja yang harus Anda kunjungi, bukan? Saat Anda berada daerah Besakih, sebaiknya Anda catat tiga tempat wisata tersebut untuk Anda kunjungi. Akan lebih baik jika Anda sewa mobil di Bali agar perjalanan Anda dari satu tempat wisata ke tempat yang lain lebih mudah.

Pasalnya, tidak ada moda transportasi umum yang mengantarkan ke beberapa tempat wisata di Bali, khususnya tempat wisata yang tidak begitu terkenal.

Memang Besakih ini jauh dari kata keramaian. Jika Anda ingin menikmati kehidupan malam yang hingar bingar, jelas bukan Besakih yang seharusnya menjadi destinasi wisata Anda. Namun, jika Anda ingin menikmati ketenangan dan refreshing, ini tempat yang tepat untuk Anda kunjungi. Sebagian besar daerah Besakih berada di pegunungan.

Jadi, suasananya masih alami dan fresh. Bahkan, beberapa tempat wisata lainnya juga bisa Anda kunjungi di mana lokasinya tidak begitu jauh dari Besakih. Contohnya saja Desa Penglipuran. Karena desa ini sering digunakan untuk setting FTV di salah satu stasiun TV nasional, banyak wisatawan yang kini ingin pergi ke sana.

Desa Penglipuran merupakan desa wisata di mana masyarakatnya masih memegang erat budaya lokal. Anda bisa lihat dari kontruksi rumah saja masih sangat konvensional sesuai dengan adat zaman dahulu. Belum lagi dengan perilaku atau kegiatan masyarakatnya. Jadi, jika Anda berwisata ke Besakih, Anda bisa coba cari rute menuju ke Desa Penglipuran. Lokasi desa ini hanya sekitar 10 km saja dari pusat Besakih.

Artikel Terkait

Berbagi informasi bisnis dan peluang usaha untuk Anda. Kontak kami utk informasi selengkapnya


EmoticonEmoticon